BERJUTA RASA
TERELIYE
Buku ini telah membawa aku memaknai apa itu
rasa? Apa itu ingin? Bagaimana ia datang dikehidupan insan manusia sampai ia
kadang membuat seseorang hilang logika lari dari kenyataan yang ada. Inilah
nyatanya yang aku rasakan sekarang. Seperti yang tersirat dicover belakang “untuk kita yang hanya berani menulis kata kata dalam
buku harian, memendam perasaan lewat puisi puisi dan berharap esok lusa ia akan
sempat membacanya”. Kalimat itu yang menarik bagi aku, mungkin banyak juga dari
teman teman yang demikian, menurut ku hal itu tidak salah selagi kita bungkus
rasa itu dengan baik.
aku tertarik untuk mengutip kata bijak dari sang penulis,
yang seolah meledekku karena “ rasa itu “memang berjuta rasanya.
1. Manusia diciptakan sempurna oleh
allah dari makhluk lainnya, dari bentuk dan kedudukannya.
Seperti tersirat dalam surat at
tin ayat 4 kemudian telah kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik sebaiknya.
Dalam buku diceritakan adanya
banyak perbedaan antar wanita satu dengan yang lain salah satunya adalah
kecantikan wajah yang telah dikaruniakan tuhan untuknya. Perbedaan adalah suatu
keunikan dan lumrah. Jika engkau
mencintai seseorang karena alas an fisik maka suatu hari ia juga akan pergi
karena alasan fisik itu. Seseorang yang menyukaimu karena alasan materi maka ia
akan pergi dengan alsan materi juga. Namun, jika seseorang mencintaimu karena
hati maka ia tidak akan pernah pergi karena hati tidak akan pernah mengajarkan
tentang ukuran relative lebih baik atau buruk.
Memang kadang manusia merasa
kurang kurang dan kurang namun kekurangan itu tidak selamanya buruk selagi kita
bisa mensyukuri yang diberikan tuhan. Hanya ingin cerita saja tentang persaan
ini, rasanya tidak dipungkiri kita menyukai seseorang pertama kali dari fisik,
ya fisik, materi? Mungkin setelah fisik. Namun seiring berjalannya waktu aku
berfikir aku ini tidak membutuh orang seperti itu, aku membutuhkan orang yang
mempunyai hati yang mau menerima aku dengan kelebihan dan kekuranganku. Mungkin
semua orang pasti menginngakan dirinya seperti itu. Karena aku sadar ada
kehidupan kekal setelah dunia ini.
2. Mencintai berlebihan itu tidak
baik, begitu juga membenci berlebihan.
Semua harus ada porsi yang tepat agar tercipta rasa yang pas. Ini adalah
tentang rasa dan logika, aku mencintainya terlalu berlebih, aku pernah berharap
lebih dari seseorang yang tidak mengenal aku namun aku tau segalanya tentang
dia. Serasa rugi sekali waktu aku untuk memikirnya sungguh aku munkin termasuk
orang yang rugi karena illusi itu!”ya
tuhan, aku tertikan sempurna oleh illusiku sendiri. Pengkhianatan oleh hatiku
yang sibuk menguntai simpul pertanda cinta. Aku berfikir apakah suatu saat dia akan mengenalku? Dan
berharap aku menjadi miliknya? Entah lah. Memikirkan orang yang tidak mencintai
kita adalah hal yang sangat bodoh karena otak kita sudah terkontaminan oleh hal
yang tidak seharusnya difikirkan dan dikhawatirkan. Sadarkah kau? Masih banyak
orang yang mencintaimu, kau menunggu satu orang itu???hmhm
3. Apakah sebuah pertemuan
menbutuhkan pengorbanan? Tentu saja. Jangan hanya diam dan berlari ditempat
berharap ada yang datang. Diam karena takut salah, diam karena ada yang
dikhawatirkan? Mungkin selama ini yang aku lakukan. Namun apakah akan seperti
ini terus? Menunggu manis depan kaca? Dan selalu berharap? Tentu saja tidak aku
akan bergerak berhijrah kearah yang lebih baik, karena aku menginginkan
kebaikan dari seseorang dan itu butuh pengorbanan.
4. Hidup ini 2 hal yaitu memilih dan
memutuskan. Sebernernya aku kuraang paham dengan kalimat yang ada di buku ini “apakah ada yang pernah berfikir hiduo ini
bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana
caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua
atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?” hanya bisa berkesimpulan
setelah kita memilih kita memutuskan. Ya seperti itu.
5. Cinta sejati?? Tidak banyak
menurutku yang mampu memaknai itu.karena cinta sejati hanya dimiliki oleh orang
yang mampu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang dengan sempurna mau
untuk mengorbankan sekalipun itu adalah nyawanya. Untuk membentuk cinta sejati
itu kita perlu allah karena allahlah yang mampu membolak balikan hati
seseorang. Seandainya kita mencintai seseorang karena allah maka semuanya akan
kekal sampai waktu yang ditentukan allah. Wa allahu alam. Cinta sejati
datangnya tidak akan tersesat dan akan abadi untuk selamanya.
Terimakasih untuk buku ini, karena telah menyadarkan aku
bahwa cinta yang tulus tidak akan tersesaat dan pasti datang diwaktu yang
tepat.