Senin, 24 Februari 2014

BERJUTA RASA



BERJUTA RASA
TERELIYE
Buku ini telah membawa aku memaknai apa itu rasa? Apa itu ingin? Bagaimana ia datang dikehidupan insan manusia sampai ia kadang membuat seseorang hilang logika lari dari kenyataan yang ada. Inilah nyatanya yang aku rasakan sekarang. Seperti yang tersirat dicover belakang  “untuk kita yang hanya berani menulis kata kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi puisi dan berharap esok lusa ia akan sempat membacanya”. Kalimat itu yang menarik bagi aku, mungkin banyak juga dari teman teman yang demikian, menurut ku hal itu tidak salah selagi kita bungkus rasa itu dengan baik.
aku tertarik untuk mengutip kata bijak dari sang penulis, yang seolah meledekku karena “ rasa itu “memang berjuta rasanya.
1.      Manusia diciptakan sempurna oleh allah dari makhluk lainnya, dari bentuk dan kedudukannya.
Seperti tersirat dalam surat at tin ayat 4 kemudian telah kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik sebaiknya.
Dalam buku diceritakan adanya banyak perbedaan antar wanita satu dengan yang lain salah satunya adalah kecantikan wajah yang telah dikaruniakan tuhan untuknya. Perbedaan adalah suatu keunikan dan lumrah. Jika engkau mencintai seseorang karena alas an fisik maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik itu. Seseorang yang menyukaimu karena alasan materi maka ia akan pergi dengan alsan materi juga. Namun, jika seseorang mencintaimu karena hati maka ia tidak akan pernah pergi karena hati tidak akan pernah mengajarkan tentang ukuran relative lebih baik atau buruk.
Memang kadang manusia merasa kurang kurang dan kurang namun kekurangan itu tidak selamanya buruk selagi kita bisa mensyukuri yang diberikan tuhan. Hanya ingin cerita saja tentang persaan ini, rasanya tidak dipungkiri kita menyukai seseorang pertama kali dari fisik, ya fisik, materi? Mungkin setelah fisik. Namun seiring berjalannya waktu aku berfikir aku ini tidak membutuh orang seperti itu, aku membutuhkan orang yang mempunyai hati yang mau menerima aku dengan kelebihan dan kekuranganku. Mungkin semua orang pasti menginngakan dirinya seperti itu. Karena aku sadar ada kehidupan kekal setelah dunia ini.

2.     Mencintai berlebihan itu tidak baik, begitu juga membenci  berlebihan. Semua harus ada porsi yang tepat agar tercipta rasa yang pas. Ini adalah tentang rasa dan logika, aku mencintainya terlalu berlebih, aku pernah berharap lebih dari seseorang yang tidak mengenal aku namun aku tau segalanya tentang dia. Serasa rugi sekali waktu aku untuk memikirnya sungguh aku munkin termasuk orang yang rugi karena illusi itu!”ya tuhan, aku tertikan sempurna oleh illusiku sendiri. Pengkhianatan oleh hatiku yang sibuk menguntai simpul pertanda cinta. Aku berfikir  apakah suatu saat dia akan mengenalku? Dan berharap aku menjadi miliknya? Entah lah. Memikirkan orang yang tidak mencintai kita adalah hal yang sangat bodoh karena otak kita sudah terkontaminan oleh hal yang tidak seharusnya difikirkan dan dikhawatirkan. Sadarkah kau? Masih banyak orang yang mencintaimu, kau menunggu satu orang itu???hmhm

3.     Apakah sebuah pertemuan menbutuhkan pengorbanan? Tentu saja. Jangan hanya diam dan berlari ditempat berharap ada yang datang. Diam karena takut salah, diam karena ada yang dikhawatirkan? Mungkin selama ini yang aku lakukan. Namun apakah akan seperti ini terus? Menunggu manis depan kaca? Dan selalu berharap? Tentu saja tidak aku akan bergerak berhijrah kearah yang lebih baik, karena aku menginginkan kebaikan dari seseorang dan itu butuh pengorbanan.

4.     Hidup ini 2 hal yaitu memilih dan memutuskan. Sebernernya aku kuraang paham dengan kalimat yang ada di buku ini “apakah ada yang pernah berfikir hiduo ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?” hanya bisa berkesimpulan setelah kita memilih kita memutuskan. Ya seperti itu.

5.     Cinta sejati?? Tidak banyak menurutku yang mampu memaknai itu.karena cinta sejati hanya dimiliki oleh orang yang mampu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang dengan sempurna mau untuk mengorbankan sekalipun itu adalah nyawanya. Untuk membentuk cinta sejati itu kita perlu allah karena allahlah yang mampu membolak balikan hati seseorang. Seandainya kita mencintai seseorang karena allah maka semuanya akan kekal sampai waktu yang ditentukan allah. Wa allahu alam. Cinta sejati datangnya tidak akan tersesat dan akan abadi untuk selamanya.
Terimakasih untuk buku ini, karena telah menyadarkan aku bahwa cinta yang tulus tidak akan tersesaat dan pasti datang diwaktu yang tepat.