Senin, 15 September 2014

aku baru tahu dan sadar AYAH

untuk mu ayah, ya hanya untukmu...
miris rasanya hati ini, aku disadarkan oleh buku "ayah cintamu seluas samudera" writter: khansa akifah, buku ini aku temukan di sekre UKI saat aku kebagian piket dan aku tanyakan pada ibuku sendiri, apa benar ayah demikian seperti yang dikatakan dalam buku, maafkan aku ayah:
  • aku baru tahu ayah, kalau kehadiranku saat ibu akan melahirkanku, engkau orang yang paling gelisah dan paling khawatir didunia ini, saat itu pula kau merasa sangat bahagia dengan kehadiranku.
  • aku baru tahu ayah, engkaulah orang yang selau membuka pintu kamar pada malam hari, untuk melihat anaknya terlelap tidur dan memastikan baik baik saja. untuk itu kau tidak membelikan kunci kamar agar kau selalu dapat melihat kami (anak anak mu) tidur sangat terjaga.
  • aku baru tahu ayah, saat aku sakit sepertinya kau tidak peduli, tapi ternyata kau menanyakan pada ibu kondisiku dan tidak tidur semalaman karena khawatir kalau kalau aku membutuhkanmu
  • aku baru tahu ayah, engkau keluar habis maghrib itu bukan untuk mencari uang, tapi kau malah membelikan jajanan kesukaanku
  • aku baru sadar ayah, kau selalu membelikan apa yang ku butuhkan karena kau tidak ingin anakmu ketinggalan dengan teman temanya apalagi soal pendidikan.
  • aku baru tahu ayah, kau sering kali tidak bisa tidur gara gara tingkah laku ku. 
  • aku baru tahu ayah, kau seorang yang tidak akan menelfonku tapi kau suruh ibu untuk menelfonku gimana kabar diperantaun 
  • aku baru tahu ayah, kau yang selalu takut kalau kalau aku kehabisan uang disini
  • aku baru tahu ayah,kau orang yang selalu mengkhawatirkan ku dan takut kalau ada lelaki mendekatiku 
  • aku baru sadar ayah,kalau diam nya engkau penuh keteladan bagiku.
waktu kecil dulu ada pasar malam disana banyak wahana permainan, aku merengek untuk kesana, dan lagi lagi engkau yang mengantarkanku.

dulu waktu aku mencari buku pelajaran, selalu ditemani engkau ayah

waktu kecil dulu kau selalu antar jemput sekolah, karena kau takut aku tidak bisa menyebrang.

waktu pengumuman masuk SMP engkau orang yang pertama yang melihat aku menangis sesenggukan ayah.

waktu aku baru belajar motor dan aku menabrak pagar pintu besi yang tinggi, engkau terlihat sangat tenang dan tidak menanyakan keadaanku, dan aku baru tahu itulah cara kau membuat tenang aku sehingga aku mau untuk mencoba belajar lagi

aku beranjak remaja menuju dewasa, kau selalu mencemaskan aku, menasehatiku namun kau tak pernah marah terhadapku.

ketika mengambil rapor, kau tidak pernah marah dengan apa yang aku dapatkan, padahal sang guru menyuruh ayah untuk menyampaikan sesuatu mengenai  sikapku disekolah. tapi kau malah dengan tenang sudah bagus ko.

ketika aku dalam kebingungan masuk universitas kau selalu meyakinkan ku "kamu pasti bisa"

saat belajar menyetir mobil, aku udah pesimis aku tidak bisa, aku takut dengan gas mobil itu, tapi apa yang kau sampaikan ke ibu, izah udah bisa ko, udah bisa nge gas tinggal dikit lagi seminggu juga bisa. padahal dalam hatiku aku g bisa ayah. tapi engkau menguatkan aku. 

ketika ada teman teman ku balik laki laki maupun perempuan selalu ditanyakan dari mana asalnya.

ketika aku diantarkan kau keperantauan ini, kau hanya menjabat tangaku dan berpesan hati hati disini, lalu kau pergi. dalam benakku "ayah kau tidak memelukkku?" ternyata ayah takut kalau kalau dia menangis dan tidak mampu untuk melepasku.


 masih banyak keteladan dari mu ayah, dan masih banyak yang belum aku ketahui, maafkan anakmu ini yang telat sadar dan telat tahu ayah. aku akan menghormatimu sepanjang hidupku dan aku akan selalu mendoakanmu ayah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar